Minggu, 05 September 2021

Belajar dari Indari Mastuti, Founder Indscript Creative, yang Berhasil Membangun Bisnis dan Memberdayakan IRT dari Rumah

 Bagi pengguna media sosial, nama Indscript Creative tentunya sudah tidak asing lagi. Indscript Creative hadir sebagai wadah bagi kaum perempuan, terutama ibu rumah tangga yang suka menulis dan berbisnis. Indscript Creative membantu para IRT (Ibu Rumah Tangga) ini untuk mengembangkan potensi mereka sebagai penulis dan juga pebisnis. Perjalanan dan kesuksesan Indscript Creative yang akan mecapai usia 14 tahun di bulan September ini tentunya tak bisa lepas dari sepak terjang Indari Mastuti, founder Indscript Creative.


Indari Mastuti, Founder Indscript Creative

Foto: Grup FB Yuk Nulis Buku

Indari Mastuti sudah senang menulis sejak masih duduk di bangku SD. Ia sudah biasa menulis diary untuk menuangkan kisah-kisahnya dan bercita-cita menjadi penulis sejak ia masih kelas 4 SD.

Kebiasaan menulis ini sekaligus menjadi healing therapy baginya saat ia mengalami masa-masa kurang menyenangkan. Saat ia duduk di bangku SMA, salah satu karyanya berhasil diterbitkan di majalah Gadis. Keberhasilannya dalam menerbitkan karya di media cetak membuatnya semakin bersemangat menulis. Setelah berhasil menulis artikel sejak tahun 1996, ia mulai menulis buku pada tahun 2004. Saat itu menulis bukan sekadar healing therapy  baginya, tapi juga menjadi salah satu kegiatan yang menghasilkan uang dan mendapat banyak teman baru.

Kemampuannya menulis ternyata juga bermanfaat baginya saat ia memasuki dunia kerja dan membangun karir di bidang telekomunikasi. Namun dilema mulai menghampirinya saat ia memutuskan untuk menikah pada tahun 2007. Walaupun karirnya saat itu sangat baik, tapi diam-diam ia mempunyai keinginan untuk bisa kembali ke rumah agar bisa fokus mengurus keluarganya. Akhirnya ia memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan membangun bisnisnya sendiri agar bisa dikerjakan dari rumah.

Saat ini bisnisnya telah berkembang pesat. Indari bisa dihubungi melalui https://t.me/IndariMastutiChannel


Berdirinya Indscript Creative

Setelah berhenti bekerja, Indari memutuskan untuk membangun bisnis penulisan. Saat itu ia masih menggunakan namanya sendiri, Indari Mastuti. Ia mendatangi beberapa penerbit untuk menawarkan jasa penulisan. Pada akhir tahun 2007 ia sering mendapat beberapa tawaran dari penerbit untuk menulis buku-buku dengan tema yang kurang dikuasainya, sehingga ia mulai berpikir untuk merekrut penulis-penulis lain.

Karena itu pada awal tahun 2008 ia merubah nama nama bisnisnya menjadi Indscript Creative. Nama ini diberikan oleh suaminya. ‘Ind’ diambil dari nama Indari, ‘script’ berarti tulisan, dan ‘creative’ merupakan harapan Indari bahwa tulisan-tulisan yang akan diberikan pada penerbit merupakan tulisan-tulisan yang kreatif.


Jenis-Jenis Usaha Indscript Creative

Pada awalnya Indscript Creative hanyalah merupakan agensi naskah, yaitu pihak ketiga yang berperan sebagai penyambung lidah antara penulis dengan penerbit dan sebaliknya. Usaha ini berkembang dengan cepat karena Indari menggunakan cara yang sedikit berbeda pada saat itu untuk menawarkan naskah-naskahnya pada penerbit. Bila pada umumnya penulis harus sudah memiliki naskah lengkap untuk ditawarkan pada penerbit, Indscript Creative hanya menawarkan judul naskahnya saja. Saat judul sudah disetujui oleh penerbit, barulah outline dan contoh penulisan diberikan. Penulisan naskah lengkap baru dilakukan setelah ada deal dengan penerbit. Indscript Creative juga memberikan paket komplit yaitu mengawal naskah sejak proses awal hingga selesai. Ternyata paket komplit ini banyak disukai oleh penerbit, sehingga order penulisan pun berdatangan. Bisnis ini berkembang cepat dalam waktu singkat.

Tak puas hanya dengan satu lini usaha saja, pada tahun 2009 Indscript Creative mulai mengembangkan lini penulisan biografi atau sejarah diri. Dimulai dari Brownies Amanda sebagai klien pertama, tak lama kemudian klien-klien lain seperti ibu Siti Oded (istri Wali Kota Bandung), ibu Atalia Ridwan Kamil (istri Gubernur Jawa Barat), dan seorang ekspatriat Jepang tertarik menuliskan biografi mereka bersama Indscript Creative. Karena biaya penulisan biografi cukup tinggi untuk setiap project-nya, maka jasa penulisan ini hanya ditawarkan kepada para pejabat dan pengusaha kelas kakap saja.

Selain bergerak di bidang jasa penulisan, Indari Mastuti juga ingin mempunyai jenis usaha yang bisa menghasilkan setiap hari. Oleh karena itu pada tahun 2015, Indari mulai membangun bisnis direct selling yang produk pertamanya adalah board. Ia menjadikan board sebagai media pencapaian target. Diawali dengan pembuatan Board Mimpi, sekarang sudah berkembang menjadi berbagai macam board.

Setelah sukses dengan board, Indari kemudian mulai menjual buku. Jika pada awalnya ia hanya menawarkan naskah kepada penerbit, kemudian penerbit yang mencetak dan mendistribusikan buku-buku tersebut, sekarang ia sudah menulis, mencetak dan mendistribusikan buku-bukunya sendiri. Saat ini sudah ada sekitar 10.000 reseller yang mendistribusikan produk-produk retail Indscript Creative.

Tahun 2020, saat pandemi berlangsung di negara kita, Indari membuka lini baru lagi. Ia membuat usaha percetakan yang selain mencetak buku-buku yang ditulisnya sendiri juga menerima naskah dari pihak lain yang ingin mencetak tulisan atau karya mereka. Selain percetakan, Indari juga mendirikan indi publisher untuk menerbitkan hasil tulisan orang-orang yang belajar menulis dan juga karya orang umum.

Di tahun 2021 ini Indscript Creative mengembangkan lini usaha baru lagi yaitu agensi blogger. Tujuannya adalah untuk menjadi penyambung lidah antara para blogger dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa digital marketing.

Beberapa rencana lain yang sedang dikerjakan adalah membangun dan mengembangkan market place khusus untuk perempuan dengan nama terhubung.co.id, dan membuat kanal Youtube bernama ‘Rumah Teh Iin’ yang akan digunakanya untuk kampanye pernikahan.


Masa Sulit Indscript Creative

Seperti perusahaan lain yang mengalami jatuh bangun, Indscript Creative juga pernah mengalami masa sulit atau kelam dalam perjalanannya. Bisnis yang dibangunnya sejak tahun 2007 memang berkembang dengan pesat. Sayangnya karena saat itu ia masih kurang ilmu, maka tahun 2010 sempat menjadi tahun yang suram bagi Indari. Saat itu Indscript Creative mengalami kebangkrutan. Ia harus mengurangi jumlah pegawainya yang semula berjumlah 16 orang menjadi tinggal 3 orang saja. Momen itu menjadi titik balik bagi Indari. Ia sadar bahwa ternyata menjalankan bisnis itu butuh ilmu.

Sejak saat itu Indari mulai belajar lagi. Ia mencari  akses-akses pembelajaran dan belajar tentang mentoring, coaching, training dan networking. Setelah itu ia mulai membangun lagi bisnisnya sambil terus belajar.


Harapan Untuk Indscript Creative

Telah diceritakan sebelumnya bahwa niat awal Indari mendirikan Indscript adalah supaya ia bisa tetap produktif dan berdaya dari rumah. Harapan Indari adalah Indscript Creative akan menjadi perusahaan yang dapat meningkatkan produktivitas perempuan khususnya ibu rumah tangga dari waktu ke waktu. Visi besar Indscript adalah melahirkan 1 juta penulis dan 1 juta pebisnis dari kalangan IRT. Misinya adalah dapat menghasilkan lebih banyak lagi ibu rumah tangga yang produktif dari rumah.


Itulah kisah perjalanan panjang Indscript Creative beserta suka dan dukanya. Dari sini dapat dilihat bahwa segala sesuatu ternyata membutuhkan ilmu. Penting untuk terus memiliki semangat belajar yang selalu bergerak untuk mencari ilmu yang sesuai dengan tujuan kita.

Sabtu, 14 Agustus 2021

Perlunya Mencintai Produk Dalam Negeri

 


Sebelumnya saya pernah membahas mengenai masalah nasionalisme dan cara mengajarkannya pada anak. Anak-anak harus mempelajarinya karena mereka akan menjadi penerus bangsa yang harus memiliki rasa nasionalisme karena akan berpengaruh pada kelangsungan hidup bangsa kita. Salah satu perwujudan dari sikap nasionalisme adalah mencintai produk-produk dalam negeri.

Kita tak bisa memungkiri bahwa produk-produk luar negeri terkadang memiliki kualitas yang lebih baik daripada produk-produk  lokal. Terutama untuk produk fashion dan make up, masih banyak yang menganggap bahwa produksi nasional memiliki kualitas jauh di bawah standar internasional. Namun, kita tidak bisa menyamakan dan menganggap semua produk lokal itu buruk dan semua produk luar negeri lebih baik. Terkadang ada juga barang buatan luar negeri yang tidak sebaik produk lokal, dan kita bisa juga menemukan produk lokal dengan kualitas internasional.

Rabu, 11 Agustus 2021

Lakukan 5 Hal Ini Untuk Mengajarkan Nasionalisme Pada Anak

 


Kita pasti sudah sering mendengar kata nasionalisme disebut-sebut. Sebenarnya apa sih nasionalisme itu? Menurut KBBI, nasionalisme berarti paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Sementara orang yang nasionalis adalah orang yang cinta dan bangga pada negaranya sendiri. Ia mau melakukan apapun untuk kepentingan bangsa dan negaranya.

Lalu, perlu nggak sih mengajarkan rasa nasionalisme pada anak-anak? Kalau menurut saya, sih, perlu sekali. Karena anak-anak adalah generasi muda akan menjadi generasi penerus kita di masa mendatang. Kalau mereka tidak diajarkan untuk cinta dan bangga akan negara sejak kecil, di masa depan mereka tidak akan peduli dengan kondisi negara dan bangsa kita. Mereka bahkan mungkin rela menjual negaranya demi kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri. Menakutkan, bukan?

Postingan Terbaru

Belajar dari Indari Mastuti, Founder Indscript Creative, yang Berhasil Membangun Bisnis dan Memberdayakan IRT dari Rumah

 Bagi pengguna media sosial, nama Indscript Creative tentunya sudah tidak asing lagi. Indscript Creative hadir sebagai wadah bagi kaum perem...

Postingan Populer